GINJAL

Ginjal berfungsi untuk :

  1. Reabsorbsi / penyaringan
  2. keseimbangan elektrolit
  3. menghasilkan darah eritrosit, Hb. Pada mitokondria ada eritropoitin yang merangsang sumsum tulang.
  4. mengatur pH darah : Phosfat [pH darah 7,4].

Ginjal berguna untuk penyaringan –> Eksresi:

  1. Air
  2. Sampah-sampah hasil metabolisme
  3. kreatinin : nilai normal kreatinin (P) 0,7-1,1 dan(W) 0,6-1. jika nilai kreatinin didapat 1,3 maka ada gangguan ringan tapi nilai ini nilai bias yang bisa terbentuk akibat kurangnya minum.
  4. urium : nilai normal (P) 20-40 dan(W) 10-50. urium terbentuk akibat banyak gerak, banyak makan protein.
  5. asam urat
  6. elektrolit : Kalium, Magnesium, Natrium, Calsium, Gluko.

Kalium, Natrium, Calsium berguna untuk mengkontraksi otot-otot.

  • Kalium 3,5-5 meq/L
  • Natrium 139-145 meq/L
  • Calsium 9-11mg/dL

*Tubulus Proksimal bermasalah jika urin yang keluar nilainya berkurang.

*Hb nilainya tinggi jika sering donor darah. nilai Hb paling tinggi 14-18

*Korteks ginjal menghasilkan; 1. Hormon Steroid (kortison dan hidrokortison). 2. Estrogen dan testosteron [jadi testosteron ada pada wanita juga hingga ada penyakit insutisme yaitu wanita kelebihan testosteron jadisuaranya menjadi besar atau parau, berbulu banyak dan menstidak teratus]

*Medula ginjal berguna menghasilkan hormon Ephinefrin. jika ginjal terganggu maka ephineprin tinggi hingga pompa jantung tinggi. sedangkan Norephinefrin ada pada saraf.

*Renin tinggi diginjal jika mengonsumsi garam berlebih. Renin menghasilkan Antagonis II yang mempengaruhi tekanan darah (TD) (menjaga). Garam rendah maka Renin akan rendah hingga angiotensin II rendah hingga TD rendah.

*pH ginjal yaitu 6,6, untuk menjaga pH yang mendekati normal ini dengan banyak mengonsumsi air minum. karena jika terlalu asam atau basa pH ginjal akan terjadi pengendapan. jika basa: batu Kalsium jika asam: batu Magnesium. Batu ginjal terjadi akibat rusaknya prerenal dan postrenal diginjal hingga filtrasi tidak terjadi.

Darah 100 cc diambil, dicek:

Hati menghasilkan:

  1. Protein (kadar protein dalam darah 8 gram/100 cc) -> hasil samping urin.
  2. albumin : 3,8-5 dan 3,5-5
  3. globulin 1,3-2,7

Normal Albumin lebih tinggi dari globulin. jika hati rusak maka darar Albumin rendah 3,8 dan globulin lebih tinggi dari nilai albumin.

jika hati normal maka urin akan normal.

kreatinin merupakan indikator fungsi ginjal,

sehari-hari didalam glomerulus sebagian ditarik dan kelebihan dari reabsorbsi di filtrasi keluar. Jika tidak terjadi reabsorbsi ditubulus proksimal maka tubuh akan kekurangan elektrilit. jika hasil filtrasi yang didapat:

Albumin memiliki BM yang tinggi dan rendah jadi kadang albumin keluar dalam urin dalam jumlah sedikit.

Globulin memiliki BM tinggi jika keluar maka terjadi kesalahan dalam ginjal.

Darah memiliki BM yang tinggi juga jadi jika keluar maka terjadi kerusakan pada ginjal.

 

Kita lihat kegunaan elektrolit bagi otot khususnya otot jantung:

  1. K+ harus stabil didalam sel :jika K tinggi maka pompa jantung tinggi. reaksi depolarisasi dan kontraksi meningkat. jika K terlalu tinggi maka terjadi takikardia (jantung berdetak terlalu kencang)
  2. Ca2+ tinggi tidak menjamin kencangnya kerja jantung. karena Ca2+ bergantung pada Chanal Ca2+. jika tidak bisa berikatan maka terjadi kelemahan jantung, dan sebaliknya jika bisa berikatan maka jantung dapat berdetak. Ada obat antihipertensi golongan Ca Chanal Bloker yang menghambat Chanal Ca2+ untuk menurunkan potensi terikatnya Ca2+ dan masuk dalam sel. jadi denyut jantung tidak tinggi. jika Ca2+ dijantung keluar-masuk maka berarti Chanalnya yang rusak yang mengakibatkan jantung tidak normal. contoh obat Ca Chanal bloker (CCB) yang sering digunakan yaitu Nifedipin, Diltiazem, Amlodipin, Verapamil. Reseptor Ca Chanal ini berda di jantung (L) dan di pankreas (E). jadi jika seorang memiliki sakit hipertensi dan juga  Diabetes mellitus maka tidak boleh diberikan obat CCB karena obat ini dapat menghalang reseptor Ca2+ pada sel beta pankreas untuk berikatan dengan Ca2+ untuk merangsang granula yang berisi insulin.

 

Gangguan Ginjal : Akut dan Kronis.

  • akut terjadi karena bahan-bahan kimia seperti; Gentamisin (Gol. aminoglikosida)
  • elektrolit berkurang karena mencret (diare). bisa gagal ginjal akut ringan.
  • infeksi : glomerulus nefrotitis sering terjadi pada wanita. ciri-cirinya urin agak kepink-pingan, ada mikroba, leukosit lebih tinggi dari nilai normal (1-3), setelah diperiksa ternyata sel epitel le[as (pada glomerulus).

pengobatab untuk infeksi ini biasanya diberikan antibiotik berdasarkan pemeriksaan kultur, tidak boleh asal karena pada ginjal infeksi ini rawan. biasanya bakteri gram (+). obat bakteri gram (+); Amoksisilin, Ciprofloksasin. Ceftriason.

  • ginjal terjadi radang pada glomerulus hingga terjadi penyempitan diruang urinarius . biasanya akibat infeksi atau imunologi (jika antibodi meningkat pada tubuh jadi tubuh yang dimakan oleh antibodi) dapat dilihat dari histologi.
  • tensi tinggi maka ginjal bocor –> sindrom nefrotitis. nilai Albumin berkurang dalam darah akibat bocor hingga terjadi udem (bengkak).
  • urin berbusa maka itu terjadi kebocoran pada ginjal atau akibat kelebihan lipid.
  • pembentukan batu ginjal akibat pH. Kalsifikasi: batu ginjal yang kecil, biasanya diobati dengan obat herbal saja. akan tetapi jika batu ginjal yang permanen harus ditembak atau dilaser, atau dioperasi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s