TERAPI ANTIKANKER

TUGAS

TERAPI ANTIKANKER

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH:

M A U L I N A

 

 

DOSEN :

Prof. Dr. Almahdy A., Apt

 

 

 

PROGRAM PROFESI APOTEKER

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS ANDALAS

2013

I              PENDAHULUAN

  • KANKER

Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan terjadinya kerusakan DNA yang menyebabkan terjadinya mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel pada jaringan dan organ (Lodish et al, 2004).

Sel-sel kanker mempunyai kemampuan membelah dengan kecepatan yang berpuluh-puluh kali lipat dari sel normal. Sel-sel kanker juga mampu menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel kanker bisa menyebabkan kerusakan DNA serta mutasi lanjut di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Kemampuan (mutasi) inilah yang akhirnya mengakibatkan sel-sel normal menjadi sel-sel kanker (Harianto, 2009). Terjadiya mutasi biasanya disebabkan oleh adanya faktor pemicu yang disebut mutagen (Sudiana, 2008).

            Pengobatan penyakit kanker secara modern seperti pembedahan, radiasi, kemoterapi dan terapi hormon telah banyak dilakukan namun, cara-cara tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan, selain harganya mahal tidak menjamin kesembuhan. Hal ini disebabkan karena kurang selektif dan ditemukannya efek samping yang besar dari cara pengobatan tersebut.

Perbedaan sel normal dan sel kanker :

Setiap organisme yang hidup terdiri dari ratusan tipe sel, yang semuanya berasal dari fertilisasi sel telur. Selama perkembanganya sejumlah sel bertambah secara dramatis yang kemudian akan membentuk berbagai jenis jaringan dan organ. Seiring dengan pembentukan sel yang baru tersebut, sel yang mati merupakan proses yang normal pada sejumlah sel dari jaringan. Pengendalian terhadap sel yang mati ini disebut dengan kematian sel yang terprogram atau apoptosis.

Kematian sel yang terprogram atau apoptosis merupakan suatu komponen yang normal pada perkembangan dan pemeliharaan kesehatan pada organisme multiseluler. Sel yang mati ini merupakan respon terhadap berbagai stimulus dan selama apoptosis sel ini dikontrol dan diregulasi, sel yang mati kemudian difagosit oleh makrofag. Apoptosis berbeda dengan nekrosis, pada nekrosis terjadi kematian sel tidak terkontrol. Sel yang mati pada nekrosis akan membesar dan kemudian hancur dan lisis pada satu daerah yang merupakan respon terhadap inflamasi.

Penyebab Kanker (Azis dkk, 2006)

  1. Kimia karsinogen

Beberapa senyawa kimia yang bersifat karsinogen adalah:

   2. Direct acting alkylating agents

Banyak terdapat pada obat-obatan untuk pengobatan. Efek terapinya berinteraksi dan merusak DNA, tetapi juga menimbulakan efek karsinogenesik (lemah).

    3. Polycyclic aromatic hydrocarbons

Hasil metabolismenya merupakan karsinogen kuat, misalnya pembakaran tembakau atau makanan bakar

     4. Aromatic amines and azo dyes-β-napthylamine

Didetoksifikasi dan berkonjugasi dengan asam glukoronik yang non karsinogenik, tetapi dalam kandung kemih dipecah oleh enzim glukorinase urin menjadi bahan reaktan yang elektrofilik.

    5. Nitrosamine and amides

Sangat poten dan terbentuk didalam saluran cerna dari makanan yang mengandung nitrit.

   6. Naturally-occuring carcinogens

Misalnya aflatoksin B1 yang diproduksi oleh Aspergilus Flavus, merupakan karsinogen untuk hati.

7.  Faktor fisika

Faktor fisika yang terutama adalah radiasi (penyinaran) yang berlebihan, terutama radiasi sinar matahari, sinar X (rontgen), elektromagnetik, dan radiasi berbahan nuklir

8. Infeksi virus

Beberapa jenis kanker yang disebabkan oleh virus diantaranya adalah Rous Sarcoma Virus (RSV) penyebab kanker pada ayam, leukemia pada burung dan mamalia, Mork Disease Virus (MDV) penyebab lymphoma pada ayam (Mulyadi, 1997). Virus onkogen terdiri atas virus RNA dan DNA. Virus RNA yang dikenal adalah Human T-Cell Leukemia Type (HTLV-1) merupakan keganasan pada sel limfosit CD-4, virus HIV juga mengenai limfosit CD-4 dan berkaitan dengan sarcoma Kaposi dan limfoma Hodgkin, virus Hepatitis C yang menimbulkan karsinoma hepatoselulaer. Virus DNA adalah virus hepatitis B menyebabkan karsinoma hepatoseluler dengan aflatoksin sebagai kofaktornya, virus Epstein-Barr berkaitan dengan limfoma Burkitt dan kanker neofarings, Human Papiloma Virus (HPV) penyebab perubahan paraneoplas dan neoplastik pada serviks uteri.

Karsinogenesis adalah proses tejadinya kanker melalui mekanisme multitahap yang menunjukkan perubahan genetik dan menyebabkan transformasi progresif sel normal menjadi sel ganas.

Karsinogenesis melibatkan beberapa proses, yaitu :

  1. Fase inisiasi DNA dirusak akibat radiasi atau zat karsinogen. Zat inisiator ini mengganggu proses reparasi normal, sehingga terjadi mutasi DNA dengan kelainan pada kromosomnya. Kerusakan DNA diturunkan kepada anak-anak sel dan seterusnya. Sel yang mengalami inisiasi dapat kembali ke tingkat normal secara spontan, tetapi pada tingkat lebih lanjut menjadi lebih ganas.
  2. Fase promosi Zat karsinogen tambahan (co-carcinogens) diperlukan sebagai promotor untuk mencetuskan proliferasi sel. Dengan demikian, sel-sel rusak menjadi ganas.
  3. Fase  progresi Gen-gen pertumbuhan yang diaktivasi oleh kerusakan DNA mengakibatkan mitosis dipercepat dan pertumbuhan liar dari sel-sel ganas.
  4. Fase metastatis Fase ini melibatkan beberapa tahap yang berbeda, sel kanker sudah memisah dari tumor primer menyebar ke organ lain dan masuk kedalam sirkulasi dan limfatik serta pelekatan pada permukaan jaringan baru. 
  • ANTIKANKER

Kemoterapi adalah pemberian golongan obat-obatan tertentu dengan tujuan menghambat pertumbuhan sel kanker dan bahkan ada yang dapat membunuh sel kanker. Obat itu disebut “sitostatika atau obat anti-kanker.

Pada awal abad ke 20 kemoterapi pertama kali dipergunakan oleh Ehrlich yang berasal dari agen antiparasit (alkyllating agent). Penggunaan obat antikanker dimulai tahun 1946-an dengan ditemukannya secara kebetulan nitrogen mustard yang dapat dipakai untuk mengobati leukemia. Umumnya obat anti-kanker itu sangat toksis, sehingga penggunaannya harus dengan sangat hati-hati dan atas indikasi yang tepat. Sejak waktu itu makin banyak ditemukan obat yang dapat dipakai untuk mengobati kanker.Saat ini dikenal lebih dari 40 jenis obat anti-kanker yang dipakai secara aktif di seluruh dunia.

Awalnya kemoterapi memberi kesan kuat pada masyarakat awam maupun sebagian dokter bahwa pemberian kemoterapi anti kanker merupakan pemakaian sia- sia serta membawa dampak toksisitas yang parah. Namun dengan kemajuan ilmu di bidang disiplin onkologi anggapan yang tak beralasan tersebut dapat dihilangkan. Saat ini kemoterapi telah berhasil digunakan untuk berbagai penyakit keganasan. Walaupun toxisitas yang ditimbulkan masih belum dapat dihilangkan seluruhnya namun telah dapat meminimalkan morbiditas yang berlebihan.

Skipper pada tahun 1960-an mengungkapkan prinsip-prinsip trial kemoterapi, yaitu:

  1. Sel kanker single dapat tumbuh sampai mencapai masa tumor letal
  2. Tumor doubling time menurun dengan meningkatnya tumor burden pada stadium lanjut dari pertumbuhan tumor.
  3. Kebanyakan obat kemoterapi menunjukan ‘log cell kill kinetics ‘dan peningkatan yang sama dan log cell kill sebanding dengan dosis.
  4. Tumor burden berbanding terbalik dengan angka kesembuhan.

I I             PEMBAGIAN JENIS ANTIKANKER

Pemilihan jenis pengobatan kanker tergantung dari jenis kanker, stadium, lokasi dan stamina pasien. Pada kanker yang belum bermetastasis, tindakan pertama yang sering dilakukan adalah pembedahan untuk mengeluarkan sel-sel secara radikal. Operasi membawa resiko bahwa sel-sel yang terpotong justru akan disebarkan kepada jaringan-jaringan sekitarnya. Untuk memperkecil bahaya ini, maka sering kali sebelum operasi dilakukan penyinaran memperlunak keganasannya. Kemoterapi baru dilakukan bila sel kanker sudah tersebar atau operasi dan radioterapi tidak berhasil, karena obat-obat sitostatika yang dikenal semuanya bersifat sangat toksik dan jarang sekali bersifat menyembuhkan. Setelah operasi atau penyinaran biasanya ditunggu empat minggu sebelum kemoterapi dimulai. 

Berdasarkan siklus pertumbuhan sel, obat-obat kanker dapat dibedakan dua kelompok sitostatika, yaitu:

  1. Obat-obat siklus spesifik Mekanisme kerja obat golongan ini hanya bekerja spesifik terhadap fase tertentu, artinya hanya bekerja pada fase siklus sel khusus saja. Contohnya seperti antimetabolit, antibiotik, antimikotik.
  2. Obat-obat siklus non spesifik Obat-obat ini bekerja pada keseluruhan siklus sel. Contohnya seperti zat-zat alkilasi.

Berdasarkan mekanisme kerjanya, sitostatika dapat dibagi dalam beberapa golongan sebagai berikut:

a)      Alkilator

Sifat antikanker dari alkilator didasarkan pada alkilasi asam nukleat, biasanya mempunyai dua gugus fungsi setelah pengakitifannya menjadi karbonium. Disamping bereaksi dengan protein, zat ini juga bereaksi dengan guanin DNA dan menyebabkan perubahan DNA, hal ini menyebabkan terganggunya asam nukleat dan pembelahan sel     (Nafrialdi dan Gan, 1995). Alkilator bersifat sitotoksikdengan membentuk zat antara imonium atau karbonium reaktif yang bekerja mengadakan alkilasi kelompok basa DNA nukleofilik (Katzung, 1995)

b)      Antimetabolit

Antimetabolit adalah senyawa yang dapat menghambat jalur metabolik yang penting untuk kehidupan dan reproduksi sel kanker. Berdasarkan struktur analognya, dapat bekerja sebagai antagonis asam folat (metotreksat),  antagonis purin (merkaptopurin, tioguanin), antagonis pirimidin (flourourasil, sitarabin) (Katzung, 1995).

c)      Alkaloid tumbuhan

Termasuk pada obat CCS (vinblastin dan vinkristin), obat jenis ini bekerja secara spesifik pada fase mitosis (M). Zat ini berikatan dengan mikrotubulus dan mengganggu pembentukan spindle sehingga kromosom tidak terpisah pada saat mitosis. Sehingga sel terhenti dalam metafase (spindle poison) (Nafrialdi dan Gan, 1995).

d)     Hormon

Merupakan zat pertama yang digunakan dalam pengobatan, bekerja secara selektif sebagai penghambat kanker (Nafrialdi dan Gan, 1995). Hormon yang digunakan dalam kemoterapi yaitu : steroid, glukokortikoid    (Katzung, 1995).

e)      Antibiotik

Antibiotik digunakan sebagai obat antikanker karena sifat toksiknya dalam menangani infeksi bakteri. Mekanisme penghambatan pertumbuhan kanker dengan cara pengikatan pada DNA (Nafrialdi dan Gan, 1995).  Beberapa golongan antibiotik yang berbeda secara kimiawi mempunyai aktivitas antikanker termasuk antrasiklin (doksorubisin, daunorubisin), bleomisin dan daktinomisin (Katzung, 1995).

f)       Enzim

Asparaginase merupakan enzim katalisator yang berperan dalam hidrolisis asparagin menjadi asam aspartat dan amonia. Dengan demikian sel kanker kekurangan asparagin yang berakibat kematian sel (Katzung, 1995).

III        KOMBINASI ANTIKANKER

Terdapat keuntungan yang bisa diperoleh dengan mengunakan kemoterapi kombinasi dimana tidak akan didapat dengan pengobatan single drug,yaitu:

–       Dapat membunuh sel tumor secara maximal dalam rentang toksisitas masing- masing zat kemoterapi yang masih dapat ditoleransi oleh tubuh.

–       Memberikan cakupan sensitifitas yang lebih luas terhadap populasi tumor yang berbeda.

–        Mencegah atau memperlambat terjadinya resistensi baru

Prinsip pemberian kemoterapi kombinasi:

Dalam pemberian terapi kombinasi dari zat kemoterapi maka harus diperhatikan prinsip sebagai berikut:

–       Hanya obat – obatan yang diketahui memiliki efektifitas partial terhadap tumor tertentu jika ia diberikan secara tunggal yang dipilih untuk diberikan secara kombinasi.

–       Jika terdapat beberapa obat dalam kelas yang sama dengan efektifitas yang sama, maka obat tersebut harus dipilih berdasarkan toksisitas dari masing – masing obat yang tidak akan menimbulkan overlapping toksisitas dengan jenis obat yang lain yang akan dikombinasikan bersama dengan golongan obat itu.

–       Masing – masing obat harus diberikan dalam dosis dan jadual yang optimal.

–       Kombinasi ini harus diberikan dengan interval yang konstan.

IV          KERUGIAN PEMAKAIAN ANTIKANKER SECARA SEMBARANGAN

            Terhadap sumsum tulang: leukopeni , anemi, trombositopenia.

            Terhadap saluran cerna: mual, muntah, stomatitis, gastritis, diare,ileus.

            Terhadap kardiovaskuler: kardiomiopati, hipertensi, dekompensasio cordis

            Terhadap paru : fibrosis

            Terhadap hepar : fibrosis.

            Terhadap ginjal  : nekrosis tubulus

            Terhadap kulit: hiperpigmentasi, alopesia.

            Terhadap syaraf: parestesi, neuropati, , tuli.

            Terhadap pankreas : pankreatitis.

            Terhadap uterus : perdarahan.

            Terhadap kandung kemih: sistitis.

Sehingga pada pasien yang diberikan kemoterapi perlu dilakukan monitoring ketat fungsi hati , fungsi ginjal, sumsum tulang, EKG, dan efek local.

Mekanisme terjadinya resistensi:

 

–       Konsentrasi obat terbatas oleh karena vaskularisasi yang tidak adekuat.

–       Kegagalan sel untuk mengubah obat kedalam bentuk aktif

–       Impermeabelitas dinding sel terhadap sitostatika.

–       Perubahan spesifitas enzim dalam sel.

–       Katabolisme yang berlebihan oleh sel tumor.

Cara mencegah resistensi:      

 

–       Pemakaian dosis intermiten         

–       Terapi kombinasi atau disertai imunoterapi         

–       Pemakaian obat berbeda dengan siklus berurutan

–       Jika timbul resistensi diganti dengan obat yang bermekanisme kerja berbeda.

–       Pemakaian obat harus segera dihentikan sesudah ada remisi.

V     BAGAIMANA MENILAI SUATU ANTIKANKER BARU

Obat anti kanker sangat toksis, karena itu pada pemberian khemoterapi perlu dikerjakan pemantauan toksisitasnya. Sebelum memberikan khemoterapi terlebih dulu harus diketahui dengan baik bagaimana status penderita sebagai data dasar. Hal yang harus diketahui mencakup :

  • Fisik penderita, terutama keadaan umum dan berat badan .
  • Radiologi, terutama keadaan paru.
  • Laboratorium, terutama hemoglobin, leukosit dan thrombosit.

Toksisitas khemoterapi perlu dipantau untuk menghindari komplikasi yang fatal. Kalau timbul toksisitas maka dosis obat yang diberikan perlu disesuaikan dan kalau perlu dihentikan untuk sementara sampai toksisitas dapat diatasi. Sebelum memberikan khemoterapi perlu diperiksa darah, fungsi hati, fungsi ginjal, dsb. Untuk darah pemberian dosis protokol sebaiknya diberikan bila hemoglobin >10 mg%, leukosit  4.000 per mm3 dan thrombosit  100.000 per mm3.

VI        PENUTUP

Terapi kanker ditujukan untuk membunuh sel-sek yang membelah. Terdapat sel-sel inang normal yang juga membelah. Efek-efek pada sel-sel ini menyebabkan efek saming. Terapi antikanker bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker tanpa membahayakan sel-sel manusia (inang). Sel-sel kanker pada dasarnya adalah sel-sel manusia yang kehilangan kontrol pembelahan sel. Oleh karena itu, pengobatan antikanker, sebagian besar ditujukan untuk membunuh sel-sel yang membelah. Di tempat tertentu dalam tubuh, khususnya epitel saluran gastrointestinal, folikel rambut, dan sumsum tulang membelah terus-menerus. Efek obat pada sel-sel yang membelah ini menyebabkan efek yang merugikan.

            Toksisitas pada gastrointestinal terjadi dalam duabentuk. Mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi kanker dirasakan akibat efek sentral. Obat-obat ini juga secara langsung dapat merusak mukosa saluran GI yang berfoliferasi. Sebagian besar obat antikanker merusak olikel rambut dan menyebabkan kerontokan rambut. Efek ini khusus terjadi pada pemakaian siklofosfamid, doksorubin, vinkristin, metotreksat dan daktinomysin. Kerusakan tubulus ginjal merupakan efek samping utama metotreksat dosis tinggi dan sisplantin. Siklofosfamid dapat menyebabkan sistisis hemoragika.

Hasil atau respons khemoterapi dapat berupa:

a. SUBJEKTIF

Mengukur hasil subjektif/hasil terapi kanker sukar tetapi sebagai pegangan dapat dipakai parameter:

–       Berat badan.

–       Status penampilan.

b. OBJEKTIF

Hasil objektif ada yang dapat dan yang tidak dapat diukur serta dapat diperiksa secara klinik, radiology, biokmia atau pemeriksaan stadium klinik-patologi.

–       Respon komplit (complete response = CR), semua tumor menghilang untuk jangka waktu sedikitnya 4 minggu.

–       Respons partial = (partial response = PR), semua tumor mengecil sedikitnya 50% dan tidak ada tumor baru yang timbul untuk jangka waktu sedikitnya 4 minggu.

–       Tidak berubah = ( no change = NC), tumor mengecil kurang dari 50% atau membesar kurang dari 25%.

–       Penyakit progresif = (progresive disease = PD), tumor membesar 25% atau lebih atau timbul tumor baru yang dulu tidak diketahui adanya.

 

VI I   DAFTAR PUSTAKA

Aziz, M. F., Andrijono., dan Saifuddin, A,B., 2006, Onkologi Ginekologi, Ed.1, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

 Dalimartha, S., 2004, “Deteksi Dini Kanker dan Simplisia Antikanker”, Penebar Swadaya, Jakarta.

 Daly J.M, Bertagnolli , De Cosse JJ, Morton D.L : Oncology in  Schwartz: Principles of Surgery.6 th Ed. Mc Graw-Hill,New York, 1999.

 De Vita V.T. Jr : Principles of Cancer Management : Chemoterapy, in De Vita V.T.Jr.  Hellman S, Rosenberg.S.A., : Cancer: Principles and Practice of Oncology,5 th edition.

 Dewa G , Dasar – Dasar Kemoterapi, Onkologi Klinik,UPF Bedah FK  UNAIR , RSUD Dr.Sutomo ,Surabaya.

 Harianto, N., 2009, Mengenal, Mencegah, Mengatasi Silent Killer Kanker, Pustaka Widyamara, Semarang.

 Lodish, H., Berk, A., Matsudaira, P., Kaiser, C.A., Krieger, M., Scott, M.P., Zipursky, S.L., and Darnell, J. 2004.” Molecular Cell Biology”, 5th ed. WH Freeman. New York.

 Sudiana, I. K., 2008, Patobiologi Molekuler Kanker, Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s